Temanss..
Wahh saya rada terlambat mengupdate blog untuk itinerary,, jujur rada malas juga menulisnya dan tampaknya akan panjang sekali..
Jadi saya singkat saja ya ceritanya..
Tanggal 23 Desember 2010, perjalanan pertama dimulai dari Enschede, tempat saya tinggal. Karena Enschede adalah salah satu kota yg berbatasan dengan Jerman, jadi kamu mempunyai jalur kereta Jerman. Dalam perjalanan ini saya membeli tiket inter rail 5 hari saja (ya karena cukup mahal dan signifikan perbedaan harganya untuk saya yg sudah lumayan tua, hehe) . Dari Enschede kami menuju kota persinggahan pertama yaitu Dortmund.
1. Dortmund
Kami berangkat menuju Dortmund dengan kereta puul 07.56 karena kereta jam sebelumnya tidak jalan. Buat pecinta bola, mungkin kamu akan tau yg namanya Borrusia Dortmund. Kami singgah kesini karena ingin mengunjungi stadion bola nya
karena tanpa persiapan dan mendadak, sesampainya di Dortmund yg berjarak 1,5 jaman saja dr Enschede, kami harus bertanya2 kepada orang2 disekitar jalan menuju stadion, dengan sedikit bahasa isyarat karena orang jerman jarang yg mau berbahasa Inggris, sampai juga kami ke stadion dengan menaiki kereta lg yg hanya 1 pemberhentian (biar gratis
) dari Dortmund central station, kami berhenti di Westfalenhalle Station atau signal iduna park. Stadionnya keliatan ko dr jauh. Setelah turun dan berjalan, kami mulai merasakan sepi yg amat sangat. Sekitar pukul 10 pagi saat itu, dan salju kian menebal.. Sambil berjalan ke stadion, hanya satu-dua orang yg kami temui, perasaan mulai tidak enak, bahwa stadionnya tutup saat menjelang natal. Dan benar, sesampainya disana memang tutup, alhasil kami foto2 didepan stadion saja, dan masuk ke fanshop yg Alhamdulillah buka.. Lumayan untuk menghangatkan badan. O iya, saya tidak beli apa2 disini, karena harganya yg cukup mahal, hehe..

Karena sudah tidak ada apa2 yg bisa ditemukan, akhirnya kami langsung balik, karena mengejar kereta ICE langsung ke Munchen dari Dortmund pada pkul 12.37.
2. Munich / Munchen
Here we go,, Kita sudah dalam perjalanan menuju Munchen, sempat takut juga apakah kita butuh reservasi, karena kereta sebagus ini masa iya ga perlu booking tempat dduk? Tapi menurut website Bahn.de memang tidak perlu reserve, disarankan tp tidak wajib,, begitu pula saat kami bertanya ke petugas di stasiun, jadi buat apa mengeluarkan keping2 euro untuk reservasi? hehe.. *maklum mahasiswa* . Kami pun dengan pede nya langsung duduk di bangku untuk 4 orang yg kosong.Perjalanan yg menempuh waktu 6 jam ini membuat kami bersiap2 tdr.. tp ups,, ditengah jalan kami harus pindah karena kereta tersebut sudah di book orang yg naik dr stasiun lain. :p o iya, sebagai tips, kalau kamu naek kereta yg tidak perlu reservasi dan tidak book tempat duduk, lihat di bagian atas di nomor tempat duduk, apabila menyala, itu berarti sudah di book oleh orang lain, cari tempat duduk lain yg lampunya mati
. Alhasil kami terpencar2 pindah tempat duduk mencari yg kosong
untung saja kereta tidak penuh sehingga kami tidak perlu duduk di bawah atau di dekat WC
tp memang aneh juga, kereta sebagus ini, masa iya masih ada saja yg duduk bukan di tempat duduk? aneh bukan..
Sesampai di Munchen, sudah gelap, karena winter, jam 4 sore sudah mulai gelap, sedangkan kami sampai sekitar jam 6. Kami pun pergi sebentar ke arah centrum sambil berniat mencari makan malam. Sepanjang jalan, kami tidak menemukan resto cina, kebab atau apapun juga yg bisa kami makan,, Hanya ada KFC yg kami liat, tp jalan terus sapatau menemukan yg lain sampai kami menemukan tempat perkunjungan pertama yg ada di itinerary yaitu: Karlstor Stachus yg merupakan gerbang masuk ke jalan Karlzplatz yg terkenal di Muenchen selain Marienplatz. Setelah foto2 dan melihat2 christmas market disana, kami melanjutkan jalan2 dan foto2.
Hmm, yg menarik, kami juga melihat banyak sekali orang2 yg berjualan Gluhwein, kami sudah niat mau membeli tp membatalkan krn keinginan yg kuat untuk makan (o ya, ada cerita lucu ttg gluhwein ini nanti
) . Akhirnya kami kembali ke hostel untuk beristirahat setelah sebelumnya makannn dulu, mengisi energi kamu,, yaakk benar KFC!! hihi.

Ternyata perjalanan ke hostel cukup jauh kalau dari centrum karena berlawanan arah kalau dari CS, sehingga cukup berat dengan membawa2 backpack, (kenapa ya ga naik trem saja,, dohhh) untung baru saja makan
. Btw, disini kami menginap di Meininger Munich hostel. Recommended banget buat kalian para backpacker, harganya murah, tp kualitas bagus, seperti hotel2 bintang 2 atau 3 lah.. kamar say sendiri dorm 4 orang dan female semua, kamarnya bersih sekali, juga ada kamar mandi dan toilet yg terpisah didalam kamar, ditambah dengan tivi layar datar,, wahh untuk harga 10 euro, ini sudah fantastis sekali
.
Next, hari kedua kami mulai lagi perjalanan, pagi hari kami menuju ke Stadium yg terkenal itu, yaitu Bayern Muenchen stadium : Allianz Arena, saya sudah mengecek di website, tapi tidak jelas apakah dia akan buka tanggal 24 Desember ini, tp karena nekat yasudahlah jalan terus. Sesampainya disana, salju mulai trun, cuaca mendung, perasaan gaenak kembali berkecamuk.. Ko sepi sekali? Tapi karena sudah keburu sampai disana yasudah kami berjalan menyusuri salju yg lumayan jauh jaraknya (sekitar 10 mnitan jalan kaki) dari jauh sudah keliatan sepi,, hikss,, padahal saya ingin sekali ikut tur stadion bayern muenchen ini, makanya saya datang kesini.. Karena stadionnya yg juga bagus. Tp apa daya, ternyata benar tutup,, akhirnya kami berfoto2 saja di depannya seperti biasa. Dari sana, kami melanjutkan perjalana ke Olympia Park, yaitu kawasan olahraga yg dibangun dan digunakan untuk Olympic Games tahun 1973. Dengan naik Underground, yaitu kereta bawah tanahnya Muenchen, kami sampai di Olympia park dan melihat2 kawasan yg juga tutup.. Yahh, foto2 lagi didepan Olympic tower nya
. O iya, diMuenchen ini, kamu bisa ambil tiket kereta harian, yg bisa digunakan dimana saja, underground, trem, bus, dsb (day tickets) jauh lebih murah kalau kamu harus naik2 sarana transportasi.

Dari sana, kami kembali ke area center, untuk mengunjungi jalanan terkenal yaitu Marien platz,, sepanjang perjalanan, kami melewati lagi jalanan yg sudah kami lalui semalam, untuk melihat2 situs wisata yg lain, seperti : Peteskirche – Church of St Peter, Frauenkirche – Cathedral Church of Lady yang merupakan salah satu lambangnya Muenchen, , sampai ke Rathaus dan Isartor – Isar Gate, yang berarti sudah sampai di Marienplatz.

Ahaa,, disinilah kasus Gluwein dimulai. karena penasaran yg tinggi, kami tergoda untuk membeli si gluhwein, karena melihat orang2 meminumnya dengan cangkir2 yg lucu sekali dengan gambar2 dan tulisan khas christmas market Muenchen,, Wahh hanya 3 euro,, kalau dapat mug juga berarti murah sekali.. Akhirnya kami ber tiga membeli,, Dengan tidak tanggung2, kami lgsg beli 3 minuman yg berbeda (dengan maksud untuk merasakan) saya lupa namanya, tp kami pun membeli 3 minuman berbeda2 termasuk gluhwein, dan kena total 18 euro !! (lohh kok?) ternyata masing2 3 euro untuk jaminan si mug (boleh dikembalikan boleh dibawa pulang) wahh,, strategi marketing yg bagus,, Jualan gluhwein gratis mug, atau jualan mug gratis gluhwein? hehe.. alhasil, dengan 6 euro kami dapat minuman dan mug Muenchen,, Tapi ternyata, kami bertiga tidak menyukai ketiga nya !! rasanya aneh sekali, ternyata gluhwein adalah bir khas di eropa saat musim dingin ini yg berguna untuk menghangatkan badan. Tapi bener deh, rasanya gaenak kalau buat saya yg hanya menyicip dan membuang minuman itu akhirnya
menyisakan si gelas muenchen sebagai oleh2 (yg dalam perjalanan pulang kembali ke Enschede, mug itu terjatuh dan pecah, hiks )
Setelah puas jalan2 di Muenchen, kami pun kembali ke hotel pada malam hari dengan badan yg lelah karena seharian jalan,, O ya, untung siangnya kami sempat makan nasi di salah satu restoran Turki,, sehingga energi kami penuh
3. Salzburg
Pagi hari, 25 Desember, kami kembali ke stasiun untuk naik kereta menuju Salzburg yg hanya 2 jam saja dr Muenchen. Welcome to Austria.. Welcome to the House of Mozart
Sesampainya di Salbur, seperti biasa kami mampir ke tourist information untuk megambil peta kota. Sekeluarnya dr stasiun, lhoo, ko jelek sekali? berbeda dri bayangan saya sebelumnya yg mendengar cerita kalo salzburg adalah kta yg cantik,, Tp ternyata saya tidak salah, di Salzburg ini jarak antara central stasion dan centrumnya lumayan jauh,, (karena biasanya CS selalu dekat dengan centrum di kota2 lain di Eropa) . dan kami pun berjalan terus,, niatnya mau kehotel, tp masih pagi, jam 10an, kami belum bs check in,, terpaksa harus bawa2 backpack berat.. Sepanjang perjalanan menuju centrum, Pemberhentian pertama adalah Mirabell Gardens.. Hmm, berebda sekali dengan di foto2 dengan bunga2 yg indah bermekaran saat musim semi atau panas. Tapi ini hanya hamparan yg tertutup salju dengan beberapa patung. Sungguh bukan merupaka pemandangan yg bagus, saya dan teman2 sedikit kecewa,, walaupun dr sini sudah keliatan benteng yg terkenal di Salzburg: Hohensalzburg Fortress . yaa,, kami akan kesana nanti setalah menaruh barang2 bawaan ini, hehe. Saat keluar dr mirabell park yg seharusnya adalah pintu masuknya (ya kami masuk dr pintu sampng ternyata , hehe) kami menemukan toko souvenir dan menambah berat barang bawaan kami saat masih pagi2
saat sampai ditengah2 kami menemukan daerah dengan patung dan bangunan bagus yg saya tidak tahu apa itu, kami pun berfoto2 disana,, (yg akhirnya saya baru tau, kalaiu disebelahnya adalah kediaman Mozart, yg kami lewati lagi malam nya, sehingga tidak bisa masuk, hikss lagi ) . Dari sana, sudah jam 12an.. Kmai berpikir untuk mencari hostel saja dan menaruh barang, karena punggung sudah mulai pegal. Akhirnya kami kembali ke jalan sebelumnya yg ternyata dekat ke CS hostelnya. Sambil berjalan, ternyata kami nyasar saudara2,, sudah mengikuti peta, rute yg diberikan oleh hostel, tetap saja kami nyasar selama 1 jam lebih !! haduhh,, kota sekecil ini,kami hanya berputar2 dari jalan yg satu ke jalan yg lain.. kemampuan mencari jalan saya hilang disini, entah karena lelah atau apa,, tp kami hanya berputar2 dari satu jalan ke jalan yg lain, yg akhirnya bisa ditemukan setelah sejam lebih oleh teman saya. Ternyata kami mencari di patokan jalan yg sebaliknya jalannya sama , tp bersebrang2an,.. pantes nyasar !! setelah menghabiskan waktu mencari hostel tsb (yg kalo kami teruskan td mungkin kami sudah puas masuk rumah Mozart) akhirnya setelah menaruh barang, sholat dan istirahat sebentar kami melanjutkan perjalanan,. Karena memang kami cuma punya waktu sehari dan besok sudah melanjutkan perjalanan ke Zurich.
Memasuki daerah centrum, barulah saya melihat keindahan kota Salzburg ini, dibelah dengan aliran sungai dengan pemandangan indah, disana saya menemukan kota kecil yg cantik, dengan bangunan2 tua ala Eropa. Jalanan2 kecil dengan gang2. Sangking terpana dengan kecantikannya, saya melewati kembali tempat kelahiran Mozart, yg (padahal) saya lewati sepanjang perjalanan menuju si Fortress,, Arkhh,, sepertinya beberapa hari perjalanan ini banyak yg terlewat oleh saya , entah karena tutup atau lengah.
Perjalanan kami lanjutkan menuju Fortress,, untuk naik keatas harus naik kereta dan membayar sekitar 10 euro termasuk dengan baiya masuk fortress. kami disana sekitar jam 2 dan akan tutup jam 5, jadi kami hanya punya waktu dua jaman untuk berjalan2 diatas fortress,, tpya gpp lah.. Cukup puas juga berada diatas, walaupun dingiiinnn sekali sehingga kami harus masuk2 ruangan untuk berhangat. Ada juga museum yg berisi sejarah lengkap ttg perang dahulu (saya tidak tau bagaimana tepatnya karena waktu yg mepet sehingga tidak bisa membaca detail) yg saya tau,, dari atas kita bisa melihat kota Salzburg.. Hmm,, ini tohh si kota Mozart… yaa,, saya sudah menaklukan kota ini, hehe,, lebay dikit boleh lah ya,,
Turun dari fortress, akmi berjalan2 di sekitaran kota yg lagi2 ada christmas market yg lebih besar dan ramai (mungkin karena sudah tgl 25 malam) o ya, kami tidak terjebak untuk membeli Gluhwein lagi, hehe,, melainkan makanan2 kecil spt coklat, dan kami masuk ke Katedral yg tanpa sengaja saya temukan, yg trnyata dalamnya bagus dan mewahhh sekali.. Sepanjang saya memasuki kathedral2 , mungkin ini yg paling bagus dan mewah,, (karena saya belum ke Itali, hehe) . Ya, Salzburg Cathedral ini memang mewah sekali dalamnya,, saya membayangkan betapa mahalnya membangun semua ini


O iya, Saya juga tidak bisa mendatangi Hellbrunn Palace & Trick Fountain yg indah sekali, yg sayangnya tidak buka di musim dingin
Terlebih, di Salzburg ini sebenernya banyak tempat yg bisa didatangi,, banyak tur2 ke daerah2 yg agak jauh yg bisa ditempuh. Saya juga tidak sempat ikut tur atau mendatangi sendiri melihat2 tempat syuting Sounds of Music (Tahu kan, Salzburg terkenal juga dengan house of music nya) juga ada kunjungan ke daerah2 lain yg banyak sekali,, kamu bisa liahat info lengkapnya di sini . Jadi, akan lebih baik kalau kamu mengunjungi Salzburg saat Musim semi atau musim panas.
Well, dari sini, perjalanan akan dilanjutkan ke kota2 di Swiss dan Paris.. Ternyata sudah cukup panjang saya bercerita, mungkin dilanjutkan ke next part aja kali ya
Groetjes !